Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Hubungi Kami
Sabtu, 13 Juni 2026

Upacara Peringatan HUT PERSAJA Ke-74 Tahun 2025
Oleh Admin | Rabu, 14 Mei 2025
Bagikan :

Rabu, tanggal 14 Mei 2025,  Kepala Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo, Bapak Edy Hartoyo, S.H., M.Hum., bersama seluruh pegawai melaksanakan kegiatan Upacara dan Tasyakuran dalam rangka Hari Ulang Tahun Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA) ke-74.

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo secara khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap peran dan dedikasi para jaksa dalam menegakkan hukum di Indonesia. Momentum HUT PERSAJA ke-74 ini menjadi ajang untuk memperkuat solidaritas, integritas, serta semangat pengabdian insan Adhyaksa dalam mewujudkan penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, dan bermartabat.

Sejarah dan Transformasi Organisasi

Didirikan pada 6 Mei 1951 dengan nama awal Persatuan Djaksa-Djaksa Seluruh Indonesia (PERSADJA), organisasi ini telah melalui sejumlah transformasi—menjadi PERSAJA pada 1993, PJI pada 2009, dan kembali ke nama PERSAJA pada 2022, dengan 6 Mei 1951 ditetapkan sebagai hari lahir resmi.

“Perubahan nama bukan semata administratif, tapi bentuk refleksi mendalam akan pentingnya kesinambungan sejarah, identitas, dan filosofi perjuangan para pendahulu kita,” kata Jaksa Agung.

Peran Strategis PERSAJA dalam Reformasi Hukum

PERSAJA dinilai memiliki peran penting dalam mendorong reformasi sistem hukum nasional. Beberapa kontribusinya antara lain:

  • Sosialisasi dan pendampingan implementasi KUHP Nasional (UU No. 1 Tahun 2023);
  • Keterlibatan dalam penyusunan RUU KUHAP;
  • Pengajuan uji materi Pasal 99 UU No. 11 Tahun 2012 tentang SPPA, yang dikabulkan MK;
  • Partisipasi dalam Majelis Kode Perilaku Jaksa (MKPJ) guna menjaga etika profesi.

Penekanan Nilai, Etika, dan Kesejahteraan

Jaksa Agung juga mengingatkan pentingnya meneladani nilai-nilai Tri Krama Adhyaksa—Satya, Adhi, Wicaksana—serta menjaga jiwa korsa sebagai kekuatan moral.

“Jiwa korsa bukan sekadar simbol persaudaraan, tetapi fondasi dalam menghadapi tekanan eksternal dan menjaga konsistensi terhadap kebenaran hukum,” ujarnya.

Ia juga menyinggung filosofi lambang PERSAJA yang mencerminkan semangat penegakan hukum melalui simbol perisai, timbangan keadilan, kepak sayap, bintang Trapsila Adhyaksa, dan pedang sebagai simbol keberanian.

Di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi, peningkatan kapasitas jaksa termasuk penugasan internasional dinilai sangat penting sesuai amanat Pasal 11A UU No. 11 Tahun 2021. Tak hanya itu, kesejahteraan jaksa juga menjadi sorotan. “Kesejahteraan bukan hanya soal materi, tapi juga bentuk penghargaan terhadap pengabdian besar para jaksa,” kata Jaksa Agung.

Penutup: Jaksa yang Relevan dan Peka Sosial

Menutup amanatnya, Jaksa Agung mengajak seluruh insan Adhyaksa untuk terus belajar dari sejarah, meneladani para senior, serta mengasah kapasitas dan integritas. “Jadilah Jaksa yang bukan hanya cerdas di ruang sidang, tapi juga peka di tengah masyarakat. Bersama PERSAJA, kita bangun Kejaksaan yang dicintai rakyat,” pungkasnya.(Muzer).

 

Infografis Kejaksaan

Tweeter Kejaksaan

Instagram Kejaksaan

Polling